31 May
Kiat Praktis Telemarketing
- Tinggalkan naskah pembicaraan yang anda telah buat. Pada level tertentu anda harus meninggalkan naskah yang harus anda ikuti pada saat saat anda mempelajari telemarketing. Naskah tersebut akan sangat membantu pada awalnya, tetapi apabila anda terikat pada suatu naskah maka akan menambah tingkat stress anda yang pada akhirnya membuat pembicaraan menjadi tegang. Secara psikologis orang yang menerima telephone anda biasanya sudah terlebih dahulu curiga. Dengan pembicaraan anda yang kaku akan membuat dia bertambah curiga sehingga hal hal positif yang kita sampaikan akan menjadi tidak berarti. Pada saat anda menemukan kepercayaan diri maka buanglah naskah anda dan berbicaralah dengan santai
- Jangan terlalu antusias (anda harus antusias tetapi jangan tunjukkan secara berlebihan kepada calon pelanggan anda). Berbicaralah dengan tenang, rinci dan terbuka. Hal hal yang anda tutupi akan membuat anda tidak bisa santai.
- Apabila memunkinkan anda bisa mempelajari type dan kondisi propect anda. Untuk telemarketing mungkin agak susah apabila anda mendapatkan data dengan acak.
- Percaya bahwa anda bisa dan jangan takut dengan penolakan. Penolakan pasti akan anda terima, tetapi jangan takut karena penerimaan pasti akan datang juga. Jadi mengapa harus khawatir dengan penolakan. Anda harus berani mengambil keputusan terutama apabila kondisi tidak memungkinkan, anda harus berani dengan teknik tertentu untuk menunda pembicaraan untuk menelphone kembali.
okay
June 9th, 2008 at 4:37 amsaya mau tanya adakah teknik hard selling yang tepat untuk telemarketing ?
November 13th, 2008 at 9:46 amTelemarketing harus dibedakan dengan cold call, kalau cold call tujuannya harus bisa mendapatkan janji untuk bertemu lagi. Pada saat pertemuan yang kedua barulah kita bisa melakukan closing. Telemarketing sudah seharusnya bisa mendapatkan closing sales melalui telephone. Harus diperjelas dulu dari antara keduanya manakah yang anda maksud
November 13th, 2008 at 1:14 pm